Keluyuran tapi umroh (bukan umroh backpacker)





Akhirnya menyempatkan diri untuk menuliskan cerita keluyuran sambil umroh dan mempublishnya! Yaaaaay! 🎉🎉🎉

Kenapa sih gue nulis judulnya keluyuran? Bukan ditulis umroh backpacker atau umroh mandiri atau cerita umroh gitu? Hmmm, ya gue sebut keluyuran aja. Karena sebenernya ini juga salah satu keluyuran gue. Dan kalo ada yang bilang dia umroh backpacker tapi masih pake jasa land arangerment, itu bukan umroh backpacker ciyn, itu travel berkedok umroh backpacker. Mungkin gue akan cerita soal umroh backpacker ini di post yang berbeda. Well, apapun itu sebutannya deh ya, selagi niat kita baik, yaudahlah ya...

Lulusan SMK bisa (apa?) - Apakah kita benar-benar siap untuk bekerja?




Belum lama ini seorang teman lama gue waktu SMP dulu mengirimkan direct message di Instagram setelah gue mengunggah Instastory dengan lokasi di Kantor. Pertanyaan simple yang seperti selalu ditanyakan teman-teman lainnya "Koi kerja dimana?" yang kemudian setelah gue jawab Ia pun bertanya menganai lowongan pekerjaan yang tersedia. It's oke kok. Gue pun menayakan hal yang sama ketika masih pengangguran, "kerja dimana? ada lowongan gak?". Dan memberikan informasilah gue, dimana ada beberapa lowongan pekerjaan yang masih terbuka hingga menyebutkan kualifikasi yang dibutuhkan. Lalu dengan gamblangnya teman ini berkata "gue gak kuliah, ajakin gue atuh". Hmm... Bagaimana gue bisa mengajaknya untuk bekerja ditempat yang sama, sedangkan kualifikasinya belum sesuai dengan yang dibutuhkan?!

Lalu berpikirlah gue ke beberapa tahun kebelakang ketika gue baru lulus SMK dan gak kuliah. Gue pun mempertanyakan apa kebisaan gue stelah lulus SMK dulu dan susah cari kerja. Teringat setelah lulus SMK dan gagal di tes cpns, lalu cari kerja dan jadilah gue seorang sales di perusahaan pembiayaan. Kerja di perusahaan pembiayaan memang cukup related sama sekolah gue yang SMK dengan jurusan Akuntansi, tapi tetap, posisinya gak ada hubungannya sama sekolah gue sama-sekali. Jadi ilmu tentang akuntansi yang gue dapatkan ini sebenarnya gak bisa diaplikasikan sama sekali di dunia kerja. Sebenarnya ini suatu pekerjaan yang mayoritas orang bisa kerjakan dan dapatkan (mungkin, jika mereka ada di posisi gue saat itu). Lalu gue merasa dengan pekerjaan seperti ini, sebenarnya gue gak punya kemampuan apa-apa. Sekedar menginput data customer, memberikan kode ke kantor pusat, bertransaksi melakukan penjualan dan membuat laporan penjualan, gue rasa semua orang bisa melakukan pekerjaan ini, toh sebelum bekerja pun gue diberikan training lebih dulu.



Setelah enam bulan bekerja, gue memilih cabut dari perusahaan ini. Dengan alasan mau melanjutkan kuliah, iya saat itu gue mau apply beasiswa ke Jepang, tapi gak jadi sih. Hahahaha. Mungkin dulu alasan yang lebih tepat adalah gue gak "menyukai" dan "mencintai" pekerjaan ini. Ujungnya adalah, gue jadi pengangguran dan galau. Kenapa gak kuliah aja? Sama seperti kebanyakan orang yang gak kuliah, karena gue gak dibiayai kuliah sama orang tua. Jadi kalau mau kuliah, harus pakai biaya sendiri. Lalu setelah itu yang gue ingat, saat itu gue udah ngeblog, gue udah nulis, dan gue suka main media sosial. Suatu hal yang mungkin juga banyak digemari sama remaja seumuran gue.

Entah apa yang membuat Mba Ika tiba-tiba nawarin gue buat kerja freelance di project yang dibuatnya, dan jadilah gue saat itu sebagai Freelance Associate Social Media, tapi yang dihandle adalah seluruh asset digital di projectnya. Mulai dari FB, Twitter, Website, sampe Kaskus. Gak cuma maintenance, gue pun ikut terlibat dalam pembuatan konten. Dan yang gue gak sangka adalah dia mau membayar hal yang gue kerjakan. Padahal awalnya gue suka-suka aja buat ngerjain kerjaan ini, dari pekerjaan ini pun parahnya gue bisa mulai kuliah gue, padahal saat itu (tahun 2015) penghasilan gue hanya 1jutaan. Lalu gue mengerjakan pekerjaan ini sampe gue bosan dan bilang kalau dia gak perlu bayar gue lagi. Dengan sedikit kemampuan gue saat itu, masuklah gue ke sebuah digital agency dimana gue bertemu di sebuah grup di Facebook sampe akhirnya gue kerja 10 bulan dan keluar. Lalu masuk lagi lah gue di digital agency tempat gue bekerja sekarang sebagai Content Writer. Pekerjaan yang gue kerjakan pun gak sesuai dengan sekolah gue di SMK, pelajaran Akuntansi yang gue pelajari di SMK pun gak bisa gue aplikasikan pada pekerjaan ini. Tapi yang gue tau gue menyukai perkerjaan ini.

Tahun ini adalah tahun ke-5 gue lulus SMK, kuliah gue pun belum selesai karena gue menunda kuliah selama 2 tahun. Well, balik ke judul yang gue buat di atas, kalau ditanya "Lulusan SMK bisa (apa?) - Apakah kita benar-benar siap untuk bekerja?" Maka jawaban gue adalah... Tidak!



Yes, gue akan menjawab dengan lantang dengan jawaban Tidak! kenapa tidak? Karena, sebenarnya ilmu yang kita dapatkan di SMK itu masih "kentang" banget, alias nanggung. Ada ratusan ribu siswa lulusan SMK, tapi yang terserap di Industri dan sesuai dengan bidang yang disiapkan (seperti siswa akuntansi lalu bekerja dibagian keuangan) apakah banyak? Ini sedikit banget. Mungkin hanya beberapa teman dari SMK yang bisa langsung kerja sesuai dengan jurusannya. Beberapa teman di SMK Analisis Kimia atau sedikit dari lulusan teknik mesin bisa terserap sedikit. Jadi buat kamu siswa SMK yang mungkin sedang membaca tulisan ini, ya realistis aja. Kita masih perlu mengembangkan keahlian kita selepas lulus SMK.

Dulu di gembor-gemborkan memang skill lulusan SMK bisa jadi modal untuk bertarung di MEA (masyarakat ekonomi asean). Are you sure? Dengan masyoritas lulusan SMK yang punya kemampuan bahasa inggris yang minim? Gue aja baru berasa banget bahasa inggris gue minim setelah harus nulis report menggunakan bahasa inggris di kantor. Yes, mau gak mau, gue harus belajar bahasa inggris, meski sampe sekarang grammar gue masih berantakan banget. Belum lagi kalo meeting sama klien bule yang ngomong bahasa inggrisnya cepet banget.

Disini gue gak menyalahkan SMK ya, gue pun lulusan SMK. Katanya kan' siswa SMK dipersiapkan untuk bisa langsung kerja, nyatanya di Industri tidak begitu. Sesimpel nyari tempat magang deh, anak SMK masih banyak yang kesusahan buat cari tempat magang, guru di sekolah pun gak semua sanggup buat mencarikan tempat magang untuk siswanya. Ilmu yang kita dapatkan di SMK, mesti kita kembangkan lagi. Di SMK dulu mungkin gue diajarin Photoshop, tapi setelah melihat sekarang ternyata itu hanya photoshop dasar. Di SMK dulu mungkin gue diajarin buat coding, tepi setelat melihat script blog ini, coding yang di ajarin di SMK itu cetek banget. Di sekolah dulu gue belajar MYOB, tapi gue gak diajarin buat menciptakan MYOB. 

Sebagai pelajar, mungkin kita memang harus selalu belajar dan perlu lebih mandiri untuk mengembangkan sesuatu. Kalau setelah lulus SMK lalu kita "begitu aja", yaudah kita harus siap menerima pedihnya tergilas ilmu dan teknologi yang terus berkembang.

Tapi lulusan SMK bisa kerja gak sih? Bisa! Bisa kerja, tapi kebanyakan kerjaan yang dikerjakan adalah pekerjaan yang "asal" kerja. Kecuali, kita memang punya skill khusus. Ada teman yang menjadi Web Developer dengan gaji dua digit padahal lulusan SMK, tapi karena dia punya skill yang dia pelajari sendiri, gaji seitu possible banget buat terjadi. Ada juga teman yang waktu di sekolah nilai akademiknya cukup bagus, tapi sampai sekarang masih mencari-cari pekerjaan.

Well, gue realistis aja. Di Indonesia, kita masih butuh Ijasah minimal Sarjana untuk pekerjaan yang "mendingan" atau skill khusus yang bisa jadi nilai jual dari diri kita. Tapi inget juga, sarjana sekarang pun banyak yang belum siap buat kerja. Intinya, berusaha dan belajar terus. Jangan berhenti dan menjadi seperti orang kebanyakan. Ya, ini sih gue. Kalian yang lulusan SMK gimana? Share di komen dong pengalaman kalian! :D



Gimana Rasanya Ikut Citra Pariwara Kategori Daun Muda?



Oh, Hai!

Setelah menghilang sekian lama dari dunia persyurhatan di blog ini, akhirnya gue menyempatkan untuk mengisi blog ini. wah akhirnya ya... ahahaha. sok sibuk lo koi. biarin.

Yaudah, balik lagi ke judul bolg gw kali ini. Ngomongin tentang rasanya ikutan citra pariwara kategori daun muda. Akhirnya, setelah sebentar masuk dunia ahenxi gue ikutan ini award. Well yang gak tau apa itu citra pariwara, citra pariwara itu semacam kompetisi anak-anak periklanan yang diadain Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia, yha ini ajang tahunan yang lumayan bergengsi daahh. Kalo daun muda sendiri, ini salah satu kategori yang ada di citra pariwara.

Baru banget hari minggu kemaren gue "tempur" buat ikutan daun muda. Daun Muda ini buat anak-anak periklanan yang umurnya masih dibawah 29 tahun. Ya, karena gue dibayarin kantor dan umur masih memungkinkan banget buat ikut, gue ikutan deh bersama 6 pasang lainnya dari kantor gue!

Gimana rasanya? Karena ini pertama kali gue ikutan Daun Muda, gue bisa bilang lumayan! Lumayan nguras otak buat submit idenya. Apalagi hampir setahun ini gue berubah jadi eksekutor dan gak ngedeck lagi, berasa banget kaku nya.

Selain itu apalagi? Sebenernya kita gak di target buat masuk shortlist jadi finalis di daun muda ini, tapi di menjelang kita dapet brief si bos bilang "... Ya lu pada kebangetan sih kalo gak ada yang masuk shortlist.. better you walk out!.." sambil gue tau dia antara bercanda sama ngasih motivasi ke anak-anaknya. wkwkwk


Terus-terus, apalagi yang dirasa koi? apalagi ya, hmmm... mungkin lebih ke tim kita sih. Jadi gue satu tim sama temen gue di kantor lama, Eki, well gue tau nih Eki orangnya ngeselin banget, auk deh udah ngeselin masih aja gue jadiin temen, udah gitu pas banget gue lagi dapet, jadi pas ngerjain deck daun muda si Eki ini lagi ngeselin banget, gue udah nahan-nahan emosih jiwah karena pms juga, dan akhirnya meledak-ledak dengan gue ngomong ngegas mulu ke Eki, si Eki nya sih bilang "...sabar..." "...baik..." Yes, itu emang kata-kata dia banget kalo udah lagi ngadepin orang yang ngomel karena kelakuan dia. wkwkwk. Intinya sih, kalo ikutan daun muda lu kudu cocok-cocokan sama tim elu. Sebenernya gue cocok-cocok aja gitu setim sama Eki, tapi gatau kenapa ini orang lagi ngeselin banget kemaren. wkwk

Dan ada drama menjelang submit. Eki sendiri kan yang minta gue buat kirim email, waktu uda nunjukin jam 8:50, gue pun mengirimkan email menggunakan apps outlook yang ada di laptopnya. ah kelar juga... sesudah kelar, Eki pun memaki-maki gue "anyeng lo koi! seharian gue dimarahin" gue pun membalasnya dengan "ya lu goblok, ngapain lu baru nongol jam 3" intinya kita uda brengsek-brengsekan deh setelah gue kirim email. karena gue ngerjainnya di kantor, tim sebelah pun nanya ke gue "kalian uda kirim? uda dapet balesan belum?" "ha? belum sih? emang bakal dapet balesan?"

Jeng.. Jeng.. Jeng... Ternyata apps outlook Eki di laptopnya tuh gak bisa kirim email. wkwkwk! uanyeeeeng! waktu udah nunjukin jam 8:55, akhirnya kita buru-buru kirim email dan sebelum jam 9:00 kita uda dapet balesan otomatis dari panitia daun muda. Alhamdulillah.

Jadi gimana rasanya? Yak, kaya yang di ceritain diatas, njer! Pake nanya lagi! Hahahaha
Yaudah deh ya.

Daun Busuk pamit undur diri!

Bhay!

Alun-alun Kota Batu - Malang


Nah lho! Ini gue baru aja nyobain apps blogger yang ada di playstore. Konon ini bisa mempermudah para blogger untuk mengupdate blog mereka.

Yaaaaks, berhubung bingung mau post konten apa dan bulan lalu gue baru aja balik dari Malang, lumayan masih fresh kan? Yha, di bikin fresh aja deh ya.

Nah, ini dia penampakan sebagian alun alun kota batu - malang

Pulau Kotok Besar - Kepulauan Seribu


Pulau Kotok Besar - Kepulauan Seribu
Saya sedang memanfaatkan waktu-waktu kosong disela pekerjaan freelance yang saya geluti beberapa  bulan terakhir. Sebuah pesan di grup whatsapp mendarat dan terbaca dengan dengan lengkap yang akhirnya membawa saya ke Pulau Kotok Besar bersama Travelliography yang mempunyai tagline "We travel to share experiences" 
Well, now time to share experiences berupa foto!