Lowongan Pekerjaan



Mau sampai kapan menyalahkan orang lain?
Apa kalau kamu tidak diterima bekerja itu salah orang lain?
Apa kalau kamu tidak mendapatkan informasi lowongan pekerjaan itu juga salah orang lain?

Kita semua punya pemikiran



Untuk kesekian kalinya, saya berargumen tentang apa yang ada di pikiran saya. It's oke kok untuk tidak sama dengan orang-orang yang ada di sekitar saya. Toh, kita semua punya pemikiran 'kan?

Definisi kebebasan finansial itu apa?




Ngomongin duit, kayaknya ujungnya adalah habis. Ya mungkin untuk sebagian orang, iya. Belum lama ini, gue ngobrol sama temen kerja yang udah resign. Dia ngomongin tentang kebebasan financial. 

"Bebas dari utang, punya dana darurat (kalau single minimal 3x gaji/monthly spending. Kalau berkeluarga punya anak 1 minimal 12x monthly spending), punya aset investasi, dana pensiun, aset lancar, asuransi jiwa & kesehatan. Lebih bagus lagi kalo punya passive income"

...

"Pertimbangannya karena misal kita tiba-tiba kehilangan pekerjaan. Untuk dpt kerjaan baru kan setidaknya butuh waktu kan, jadi perhitungan amannya utk punya dana menyambung hidup itu kalau single at least 3x monthly spending. Kalau udh berkeluarga lebih besar lagi karena punya tanggungan."

........  

Dang! mikir gak tuh gue. Sebenernya ini cukup menarik buat di kulik-kulik. Apakah memang seperti itu definisi dari kebebasan finansial? well, ya believe or not sih. Kembali ke diri masing-masing.

Lalu, kalo ada yang masih punya hutang, pinjem sana-sini untuk sekedar makan, itu gimana? Ya jelas gak sih kalau itu gak merdeka dari finansial.

Jadi, Kemana perginya uang gue? Apakah gue sudah termasuk orang yang punya kebebasan finansial?

Punya hutang gak sih?
Seinget gue, gue gak punya hutang. Mungkin punya utang talangan, misal temen nalangin 10-50rb, tapi so far gue tanya temen-temen gue, apakah gue punya hutang atau nggak, mereka bilang nggak. Ya, semoga nggak. Karena kalo ada, gue mau bayar lah!

Punya aset investasi?
Gue kayak belum kepikiran aja. Asli, karena selama ini masih mau hidup di luar kenyamanan, jalan, dan beli pengalaman.

Punya dana pensiun, asuransi kesehatan?
Punya deh tu di bpjs ketenagakerjaan sama asuransi dari kantor juga. Amit-amit kalo sakit atau kecelakaan sih ya, ini penting gak penting. Tapi kalo jalan lama dan jauh, gue pasti beli asuransi sih.

Passive income apalagi dah...
Gak ada juga. Gue pasti ngerjain sesuatu dulu baru bisa dapet income.



........  

Mungkin, gue memang belum termasuk dalam kategori bebas finansial menurut sebagian orang. yaelah koi, gembel mah gembel aja. hahaha. Serius, tapi ya... mungkin gak semua bisa mendefinisikan tentang kebebasan finansial itu di pukul rata untuk semua orang. Nyatanya, pengeluaran yang memang "wajib" itu berbeda untuk setiap orang, pendapatan tiap orang pun berbeda. Ada yang masih single dan uang gaji nya digunakan untuk dirinya sendiri aja, atau bahkan masih di kasih uang jajan sama orang tua nya. Ada yang masih single tapi harus membiayai kebutuhan keluarganya (orang tua dan adik-adik). Mungkin juga ada yang sudah menikah namun harus membiayai keluarga kecilnya dan keluarga besarnya juga. Kita gak tau kan.

Well, kalo di tanya apa definisi kebebasan finansial itu apa? mungkin gue akan jawab, tapi jawabannya gak untuk semua orang. Definisi kebebasan finansial menurut gue adalah kita tercukupi, mau makan bisa, mau pergi ke tempat yang wajib di datangi bisa. Gak nyampe kelaperan, apalagi sampai berhutang. Kalau tetiba gak punya duit atau kehilangan pekerjaan atau kere mendadak di tepu orang gimana? Gue sih punya Allah sebagai tempat meminta dong, tapi sambil usaha juga :D

Kita semua pernah tidak bertanggung jawab




Semalam saya menutup mata setelah gemas dengan anak-anak yang bekerja sama dengan saya namun tidak memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan kewajibannya. Tidak berkomunikasi dengan baik. Tidak membalas pesan yang saya berikan. Lari dari tanggung jawab yang sebelumnya sudah Ia sanggupi.

Siang ini, akhirnya berpikir. Bagaimana jika saya bukan orang yang bertanggung jawab? Enak betul saya menilai orang tidak bertanggung jawab. Enak betul saya men'judge orang tanpa tau apa yang melatar belakangi hal tersebut.

Lagi, komunikasi. Saya sendiri masih belajar untuk bisa berkomunikasi dengan baik. Untuk bisa berkomunikasi dengan baik. Untuk bisa di dengar orang lain. Untuk bisa orang lain memahami apa yang saya ucapkan dengan baik.

Karma buruk bisa datang kepada kita. Mungkin, kita berharap karma baik yang akan selalu menghampiri. Namun, hidup bukan hanya selalu di hampiri hal baik 'kan? Sejatinya, kita semua pernah tidak bertanggung jawab. Namun kita tidak selalu menyadarinya. Buang sampah sembarangan, misalnya.

Toraja, 28 Desember 2018

Tokyo Postcrossing Meetup 2018





Sebenernya meetup Postcrossinig ini bukan kebetulan, dari jauh hari saya sendiri memang udah punya plan buat pergi ke Tokyo. Buat ngabisin masa cuti yang baru di dapet lagi setelah setahun kerja. Kepikiran sih, seru kali ya kalo bisa kopdar sama komunitas yang memang saya ikutin tapi membernya orang luar.

Lalu, saya cek di postcrossing forum, Jepang gak aktif banget. Bahkan terakhir ada meetup yang mereka publis itu ada di tahun 2015! 3 tahun yang lalu! Hmmmm.... lama juga gak ada meetup. Lalu, saya mencoba mengkontak banyak postcrosser yang tinggal di Tokyo. Mungkin 10 atau lebih. Sehari, belum ada yang bales. Sempet hopeless, tapi di hari ke-2 ada yang bales. Asami membalas pesan saya.

Asami-san gak langsung bilang oke mau bantu arrange meetup, dia malah nanya saya banyak hal. Kayak mau di Tokyo berapa lama, dari kapan sampe kapan, tinggalnya di daerah mana, dll. Dan akhirnya dia konfrim kalo mau bantu arrange. Lalu kita diskusi, mulai dari milih tempat, bikin kartu official meetup, sampe tentang apa aja hal yang mau di lakukan saat meetup.

Diskusi selesai, dia bikin thread invitation dan saya menghubungi administrator postcrossing buat memasukan agenda meetup kita di Postcrossing Meetup Calendar. Supaya lebih banyak lagi orang yang tau.

H-1 bulan, thread udah di publish. Tapi kok ya masih dikit banget yang mau join. Mungkin baru ada 5-7 orang yang mau ikutan meetup. Yaudahlah ya, kalaupun hanya sedikit gapapa juga. Yang penting jadi meetup, karena udah terlanjur di arrange juga.

H-7 hari, pendaftaran di tutup. Mungkin karena Asami harus nyiapin tempat yang kita sewa buat meetup. Oh, kita gak meetup di restoran atau taman yang sering diadain saat meetup di Indonesia. Gak di taman karena Jepang lagi panas banget cuacanya, terus kalo di restoran juga gak bisa, saya rasa karena di Jepang orang yang ke restoran itu buat makan doang jadi gak lama-lama di restoran. Well, jadinya kita meetup di meeting room di sebuah perpustakaan yang deket taman juga.

Tebak berapa yang jadinya dateng? 16 orang! Wow, ini lumayan sih. Setelah lama gak meetup dan bisa kumpulin 16 orang buat dateng.

12:30 pm Asami dateng ke Hostel tempat saya tinggal, dia bilang akan naik bus jadi kita harus cepet biar gak ketinggalan bis. Tapi karena temen saya masih sholat dan akhirnya kita lari ke halte bus, fiuuuuh! Untung gak ketinggalan, jadi bisa on time. Kata Asami, orang jepang itu on time. Jadi dia dateng ke hostel saya supaya saya gak nyasar atau telat dateng ke meetup ini juga.

Nunggu sebentar di sekitar coffee shop, ada 1 orang yang dateng dan sisanya ternyata nunggu di perpustakaan langsung. Setelah cukup banyak orang yang dateng, kita masuk meeting room dan menata kursi dan meja. Yes, kita nyusun itu sendiri. Kalo di indonesia mungkin kita udah terima jadi kali yah. Hahaha

Ngapain aja saat meetup?

  • Perkenalan


Dimulai dari perkenalan, saya sendiri sebagai tamu disana menjadi orang yang membuka meetup. Mulai dari perkenalan nama, asal, dan seberapa lama join di postcrossing. Lalu dilanjut dengan yang lain perkenalan. Mungkin, saya gak inget semuanya yang dateng karena perkenalannya begitu singkat juga.

  • Sign postcard


Mungkin hampir di setiap postcrossing meetup pasti akan ada sign postcard. Sign ini bisa pake tanda-tangan, nulis nama, ataupun pakai cap yang kita bikin sendiri. Saya kira mereka gak bikin meetup di 3 tahun belakangan karena gak terlalu meminati hobi ini, tapi ternyata gak seperti yang saya pikirkan! Mereka malah punya beragam koleksi kartu pos yang banyak! Dan gak tanggung-tanggung, meski udah ada 100 official postcard, mereka juga bawa kartu pos sendiri untuk di sign semua member yang dateng!

  • Main lottery


Banyak diantara postcrossing yang dateng itu nyumbang GOTOCHI card, saya pun bawa beberapa kartu pos dari Indonesia buat dibagikan disana. Karena terlalu banyak kartu pos, kami jadi main lottery. Nomer yang keluar boleh milih kartu pos yang ada.

  • Take a break

Asami tau kalo saya muslim dan harus ibadah 5 kali sehari. Sebelum meetup dimulai, dia tanya ke saya, kapan waktu sholat berikutnya? Saya bilang sekitar jam 4. Tebak dia ngapain di menjelang jam 4? Dia ngingetin saya buat sholat! Oh wow! Ya, akhirnya saya sholat di meeting room sementara yang lain ngobrol satu-sama lain. Ngobrolnya tuh kayak temen lama yang baru ketemu. Segitu akrabnya, mungkin karena punya hobi yang sama ya.

  • Foto bersama


Setelah istirahat sebentar kita ngumpul lagi, lalu dilanjut dengan foto bersama. Gak perlu di atur, mereka ambil posisi masing-masing dan bikin 2 baris. Baris pertaman cukup nunduk, mungkin itu mereka lakukan supaya baris kedua gak ketutupan. Hahaha. Inisiatif banget!

  • Makan snack

Saya tau banget deh kalo meetup itu kan biasanya kita ngabisin waktu yang lumayan, bisa 3-5 jam. Di meetup kali ini kita makan waktu 4 jam, jadi saya bawa beberapa snack. Kata Asami, karena ini public meeting room, sebenernya kita gak boleh makan di dalem ruangan. Tapi, karena udah bawa snack dan gak mungkin saya bawa balik lagi, akhirnya kita diem-diem makan di dalem ruangan. Hahaha.

Waktu udah nunjukin 5:20 pm waktu Tokyo, perpustakaan bakal tutup di jam 5:30 pm. Setelah makan snack, kita beresin meja dan menyusun lagi ke tempat semula. dan pulang ke tempat tinggal masing-masing! 

Oh, bukan hanya sampai disitu. Sepulang dari meetup, saya mendapat bingkisan. Belum tau apa isinya karena belum di buka. Malam hari ketika tiba di hostel saya membuka bingkisan tersebut. Dang! Surprisingly! Mereka memberikan saya banyak sekali kartu pos, prangko, tape and sticker! Thank you guys! Happy to came to this meetup!