Membayar (Jangan) Dengan Exposure

4:23 pm Khoirina Annisa 0 Comments


Source

Belum lama ini jagat digital digemparkan soal "membayar dengan exposure" oleh keluarga selebgram yang minta trip gratis ke US untuk 20 orang dan menukarnya dengan exposure.

Kalo kalian belum tau apa itu exposure, exposure ini semacam perhatian yang bakal diberikan untuk produk atau barang atau bahkan orang. Selebgram umumnya punya banyak audiens, si audiens bakal ngeliat konten selebgram yang akhirnya akan notic bahwa si selebgram lagi menggunakan brand A atau sama orang Z atau pakai jasa O, gambaran gampangnya seperti itu.

Lah enak banget dong bayarnya gitu doang bukan pake uang? Sebenernya, ada banyak sisi yang perlu diperhatikan. Jika memang antara brand dan selebgram sepakat dan saling menguntungkan, why not untuk kerjasama. Toh sekarang emang banyak kok brand yang memberikan produk atau membayar selebgram untuk dapat bekerjasama.

Tapi.... Bagaimana sih sebenarnya etika kerjasama yang baik antara brand dengan selebgram? Kita pasti paham banget dong soal tata-krama dan sopan santun. Gak perduli dia siapa, kita perlu menghargai orang lain. Kalo menurut gue, dari cara mengubungin pun udah nggak banget. lewat dm dan langsung samber ke point utama apa inginnya mereka. wow. kita pasti punya email dong? email ini bisa digunakan buat menghubungi, kalau memang gak dibales, biasanya gue anak mem-follow up langsung kalau kita udah kirim email tapi belum dibales. Gitu kan lebih enyak~

Selain keluarga selebgram ini, banyak juga lho micro influencer yang nembak langsung brand untuk kerjasama. Biasanya sekedar endorse atau minta produk. asli. gue kerja di industri digital kreatif, sering kali menghadapi hal yang seperti ini.

Selebgram/Infuencer/KOL, itu sebenarnya bagus kok buat nambah exposure brand. Tapi, perlu diingat, selebgram harus tau diri juga. Jangan sombong hanya karena udah terkenal dan punya banyak audiens hingga banyak brand yang mau bekerja sama. Brand pun, jangan selalu jual mahal hanya karena punya budget gede, eh biasany ahensinya sih yang saklek walau kadang brandnya juga batu. hahaha. Intinya, keduanya saling membutuhkan dan keduanya bisa saling menguntungkan satu sama lain. Sistem kerjasama pun harus jelas, berapa banyak konten, berapa besar bayaran dan benefit lainnya.

Kalau selebgram suka nembak kerjasama duluan karena mungkin mereka udah ngerti brand, lain waktu gue akan membahas tentang selebgram yang gak ngerti brand. Ini lebih lucu lagi kasus-kasus nya!

See you next post :)

0 Komentar:

Tinggalkan komentarmu disini...