Kita semua punya pemikiran



Untuk kesekian kalinya, saya berargumen tentang apa yang ada di pikiran saya. It's oke kok untuk tidak sama dengan orang-orang yang ada di sekitar saya. Toh, kita semua punya pemikiran 'kan?
Bukan tidak perduli, tapi bicara politik, saya rasa saya sudah cukup memakan semua isi konten politik yang beredar, begitu banyak sekali. Berharap ketika di real life sudah tidak ada pembahasan tersebut dari orang sekitar, karena bekerja di digital dengan segudang konten politik yang beredar pun sudah membuat saya muak.

Tapi itu hanya harapan, nyatanya orang di sekitar saya pun masih banyak yang membahas politik hingga terang-terangan menyuruh saya untuk memilih salah satu pasangan capres dan cawapres.

Bukankah kita semua punya pemikiran?
Bukankah kita semua punya hak untuk memilih?
Bukankah hingga kini masih ada Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia.

Bukan kepentingan saya untuk tau siapa yang kamu pilih nanti.
Bukan kepentingan kamu untuk tau siapa yang saya pilih nanti.
Juga.

Saya tidak menjauh dari politik.
Saya perduli.
Saya mengamati.
Saya masih bisa berpikir.
Share:

0 Comments:

Post a Comment

Tinggalkan komentarmu disini...

Hello!

Hello, thank you for being here. I hope you have a good time browsing around and enjoy reading on my blog! :)